Tue, 04 Agst 2009 - 02:08:22 WIBIBSN: Bisa karena TerpaksaPosted by : administrator
Category: Miscellaneous
- Views: 364Selalu dan selalu itu yang terjadi pada diri saya. Ketika saya memutuskan berhenti manjadi marketing dan menerima pekerjaan sebagai staf pada salah satu divisi dikantor tempat saya bekerja, saya dihadapkan pada sebuah pekerjaan yang berhubungan dengan tabel-tabel dan formula-formula excel. Jangankan mempelajarinya, memandangnya pun sudah bikin pusing kepala. Tapi, apakah saya harus mundur? Jawabannya adalah tidak. Saya harus bisa. Saya harus kuasai segala rumus dan formula itu. Begitu tekad saya. Maka mulailah saya belajar dan bertanya dari orang-orang yang saya anggap pandai dalam bidang ini. Dan Alhamdulillah, sekarang saya bisa dan mampu untuk mengoperasikan rumus dan formula di program Microsoft Excel.
Berikutnya malah saya anggap lebih dahsyat lagi. Di laptop saya itu sudah terinstall sebuah software yang namanya photoshop. Tapi, berhubung saya tidak tahu apa dan bagaimana photoshop, maka saya tidak pernah menggubrisnya. Suatu hari dikantor saya, seorang teman yang biasa mengelola web kantor, mengalami kebuntuan ide dan meminta saya untuk membantunya mencari ide untuk desain poster imlek (seingat saya). Lhah...!!! Tahu apa saya soal desain? Akhirnya, melihat kondisi teman saya yang sudah terlalu pusing dan kebetulan saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya, saya mencoba untuk browsing berselancar di google mencari tahu segala sesuatu tentang desain poster. Kemudian saya menemukan beberapa tutorial photoshop tentang sebuah desain poster. Saya coba untuk mengaplikasikannya. Sungguh diluar dugaan saya, tanpa berpikir dua kali, teman saya langsung meng-upload hasil gambar saya menjadi poster ucapan imlek di halaman depan web kantor saya.
Sejak kejadian itu, saya justru seperti seorang yang ketagihan untuk selalu mengasah kemampuan saya dalam mendesain. Saya merasa ada chemystri disana. Secara akademis, saya tidak pernah mengenyam pendidikan di bidang grafis. Tapi Alhamdulillah, justru sekarang banyak permintaan untuk dibantu membuat desain logo, poster, banner, layout dan lain-lain. Tidak hanya sebatas pada pekerjaan kantor tapi juga dari pihak-pihak diluar.
Hal ketiga, yang membuat saya bisa karena terpaksa adalah mengenai bahasa pemrograman. Hayyyaaahhh, mulai berat nih. Berawal dari sebuah tawaran untuk membuat desain layout web kantor. Dan saya pun sudah menyelesaikannya sesuai yang diminta oleh atasan. Tapi ternyata tidak berhenti disitu saja, atasan saya justru menugaskan saya untuk merombak total isi dan performa web kantor. Lhah, bagaimana ini? Akhirnya saya merekomendasikan seorang teman saya untuk mengerjakan proyek pembenahan web itu. Celaka...!! Teman saya malah sedang mengerjakan banyak proyek dan merasa sudah tidak sanggup lagi meski hanya ditambahi 1 proyek web lagi. Setelah berdiskusi panjang lebar dengannya, akhirnya saya putuskan untuk nekat menerima tugas pembenahan web itu. Tanpa pikir panjang, saya mulai belajar kilat tentang Content Management System, dengan segala muatan PHP dan MySQL nya. Hhuuufff, tiga jam saja saya belajar tentang CMS. Ngerti? Paham? Tidak sama sekali...!!! Demi menyelesaikan tugas, mulailah saya mencari referensi artikel, tutorial dan buku-buku tentang pembuatan sebuah web. Alhamdulillah, sekali lagi, saya dapatkan itu semua, dan saya terpaksa harus menjadi bisa.
Last but not least, ini mungkin sepele. tentang menulis. Apa sih susahnya menulis? Eits, jangan salah. Menulis itu adalah suatu hal yang susah. Apalagi untuk orang seperti saya. [
Jangan bilang siapa-siapa ya, saya tidak pernah dapat nilai lebih dari 6 untuk pelajaran Mengarang di Bahasa Indonesia]. Beberapa waktu yang lalu, saya dipaksa untuk mengikuti sebuah kompetisi, Tourism Blog Writing Competition, tentang Pulau Komodo. Walah, Pulau komodo ada dimana juga saya belum pernah kesana, lalu apa yang akan saya tulis? Meski sudah mendaftar, saya sempat mengabaikannya. Hingga sehari sebelum hari akhir memasukkan artikel, saya diingatkan lagi, dan itu membuat saya sedikit kelabakan. [Sebenernya yang membuat antusias adalah hadiah yang ditawarkan]. Akhirnya, berbekal buku cerita anak-anak tentang Buaya dan Komodo, saya membuat sebuah tulisan yang akhirnya saya ikutsertakan dalam kompetisi itu.
Oh My God....!!! Adalah sebuah perjuangan keras untuk saya bisa mewujudkan sebuah tulisan. Termasuk tulisan ini. Prinsip yang akan selalu saya pegang setelah beberapa peristiwa keterpaksaan, bahwa
Jika Orang Lain Bisa, Seharusnya Kita Juga Bisa. Sebuah keterpaksaan tidak selalu berujung pada sesuatu yang tidak atau kurang baik, saya sendiri telah membuktikan dalam hidup saya, keterpaksaan atas sesuatu bahkan bisa menimbulkan semangat dan spirit untuk membuat kita lebih maju. Terimakasih saya tak terhingga untuk mereka yang sudah memaksa saya belajar tentang segala hal. Jadi,
jangan pernah bilang TIDAK BISA.....
IBSN adalah sebuah wadah insan indonesia dalam jaringan internet dengan berbagai jenis blog platform yang memiliki konsep keindahan berbagi berbagai hal bermanfaat untuk kebaikan pada sesama, dengan tujuan untuk membuat hidup ini makin bermakna. visit Indonesians' Beautiful Sharing Network http://ibsn.web.id

