Minggu, 31 May 2009 - 21:08:51 WIBSetelah 3 x 24 Jam tidak bisa nonton siaran dari IndovisionPosted by : administrator
Category: Miscellaneous
- Views: 494Awalnya, saya tiba-tiba "kehilangan" siaran dari Indovision pada hari Jumat 29 Mei 2009 pada pukul 23.42WIB. Tadinya saya pikir seperti biasa, gangguan teknis yang hanya akan berlangsung sebentar saja. Karena sudah larut malam, saya memutuskan untuk tidur saja. Keesokan harinya Sabtu 30 Mei 2009, lagi-lagi, saya mendapati Indovision saya menayangkan "blue-screen" plus dengan kata-kata gangguan teknis. Sampai kemudian seorang teman menyarankan saya untuk mengontak Customer Service nya. Oke, saya pun mengontak nomor 021-5819988 pada sekitar pukul 07.30WIB. Jawaban yang saya dapatkan adalah bahwa nanti akan dijadwalkan untuk kunjungan teknisi. Disinyalir bahwa, tata letak parabola saya melenceng, mungkin karena tiupan angin, sehingga tidak bisa menangkap siaran Indovision. (thinking, apa iya?)
Sepanjang hari sabtu itu tidak ada satupun telepon konfirmasi dari pihak Indovision dan juga tidak ada satupun teknisi yang berkunjung ke rumah saya. Padahal saya juga sempat mengirimkan SMS ke salah satu teknisi yang dulu meng-install segala peralatan Indovision di rumah saya, tentang hilangnya tayangan Indovision dari layar televisi saya itu. Dengan harapan supaya beliau ini mau datang ke rumah saya dan memperbaikinya. Kenapa saya lakukan hal itu? Karena si Teknisi itu pernah menyampaikan kepada saya, "kalo ada apa-apa, hubungi saya aja langsung, mbak. Rumah saya deket sini kok". Tapi, saya pun tidak mendapatkan jawaban dari teknisi yang bersangkutan.
Hari Minggu (31 Mei 2009) pagi, sekitar pukul 08.00WIB, saya kembali mengontak CS nya Indovision. Dan saya diberi jawaban bahwa untuk kunjungan teknisi kerumah saya memang di jadwalkan pada hari Minggu ini. Saya tanya kejelasan mengenai waktu kunjungan, si CS tidak bisa memastikan hanya saja para Teknisi itu akan berangkat dari kantor Indovision sekitar jam 11.00 siang. Siipp, berarti nanti akan ada seorang Teknisi yang datang membetulkan tata letak parabola saya yang dianggap tidak benar.
Sekembalinya saya dari beredar di hari Minggu, pukul 20.30WIB, ternyata tidak ada satupun teknisi yang datang ke rumah saya. Dan sampai dengan saat itu saya juga belom bisa nonton tayangan dari Indovision. Untuk ke-4 kalinya saya mengontak CS Indovision. Kali ini si CS bernama Dwi, berjenis kelamin laki-laki. Kepada Dwi saya sampaikan segala yang menjadi keluhan saya. Si Dwi berkali-kali cuma bisa mengatakan "Oke, bu, nanti akan saya buatkan laporan dan akan saya sampaikan kepada bagian teknisi secepatnya". Selanjutnya, setelah saya mengumbar emosi kepada CS, si CS mengatakan kepada saya, "coba ibu tunggu sampai dengan pukul 21.00WIB, kami akan usahakan teknisi untuk datang ke rumah Ibu. Karena memang untuk jadwal kunjungan teknisi akan selesai pada pukul 21.00WIB. Plek, saya tutup telepon. Saya lihat jam di dinding. Hah!!! 20.56WIB. Gila kali ye, tuh CS, kagak punya otak sama sekali.
Ke-5 kalinya saya telepon CS Indovision lagi. Kali ini namanya Budi. Lebih enak diajak ngobrol dan lebih bisa menenangkan saya. Setelah saya memberikan data nomer pelanggan, alamat pemasangan dan nomer telepon saya (tentu saja itu juga saya lakukan terhadap 4 CS sebelumnya), saya lagi-lagi mengungkapkan keluhan saya atas tidak adanya tayangan Indovision di televisi saya. Budi memastikan kepada saya bahwa akan ada teknisi yang akan menghubungi saya sesegera mungkin malam itu juga. Oke. Tunggu punya tunggu, sampai jam 24.00 tidak ada satupun yang mengkonfirmasi lagi kepada saya. (udah malam kali ya, teknisi dan CS dah pada bubuk manizzzzzzz, WTH!!!)
Sampai dengan tulisan ini saya buat, saya masih belum menerima tayangan dari Indovision. Ambil kalkulator. Sebagai pelanggan standart yang masih memiliki gratis paket Movie selama 2 bulan, saya hanya membayar sejumlah Rp.149.000 untuk layanan televisi berbayar ini. itu berarti, dalam satu hari saya harus membayar sekitar Rp.149.000,- : 31hari = Rp.4806,5 untuk bisa menonton siaran dari parabola Indovision. Jika dalam 3 x 24 jam saya tidak menerima tayangan, berarti saya sudah dirugikan sebesar Rp.15.000,- dan pihak Indovision telah diuntungkan secara otomatis. Bener gak? Nilai Rp.15.000,- (lima belas ribu rupiah) mungkin memang tidak ada artinya. Tapi bagi beberapa orang nilai itu sangatlah berarti. Begitupun buat saya. Sangatlah berarti karena ada beberapa tayangan anak-anak yang bisa membuat anak saya banyak belajar dan tidak teracuni oleh tayangan televisi nasional Indonesia yang hanya bisa menayangkan Sinetron dan Infoteinment yang sangat rendah kualitasnya.
Sebelum saya menggunakan layanan televisi berbayar Indovision, saya menggunakan First Media. Juat FYI, saya tidak pernah mengalami masalah dalam penerimaan tayangan. Hanya karena saya pindah rumah, maka saya berhenti menggunakan First Media dengan beberapa alasan tertentu. Sampai akhirnya, 2 bulan yang lalu, ketika saya berbelanja di Carefour, ada penawaran dari marketing Indovision bahwa dengan jumlah pembelanjaan saya, saya bisa dapat free-trial tayangan Indovision selama 2 minggu. Oke, karena saya sangat paham bagaimana pekerjaan seorang marketing, saya menyetujuinya. Tidak ada salahnya juga kalo saya bisa nonton gratis. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk benar-benar menjadi pelanggan Indovision sebelum 2 minggu free-trial saya selesai.
Saya tidak tau lagi, apakah saya harus kembali mengontak CS Indovision dan kembali menyebutkan angka nomer pelanggan dan menyebutkan data saya. Itu mungkin memang prosedurnya, tapi.......... capedeeeeeeeee.
Ada yang punya pengalaman lebih buruk dari saya kah?
(hhhmmmpppffff............ semoga keluhan saya ini tidak hanya sekedar menjadi tulisan. Tapi juga semoga tidak menjadi sesuatu yang hanya masuk kuping kiri kemudian keluar lagi dari kuping kiri dan akhirnya masuk ke tong sampah.)

